![]() |
| Air Terjun Putuk Truno - www.tulisandeka.tk |
Air Terjun Putuk Truno
Berangkat dari Surabaya menuju ke air terjun putuk truno
bisa dibilang tidak begitu jauh, karena bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam
20 menit. Berlokasi di Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten
Pasuruan, Jawa Timur.
Saat liburan air terjun ini banyak sekali pengunjung yang
datang. Saat sekitar jam 8 pagi aku sampai di lokasi. Berjalan ke air terjun
sekitar 1Km dari pintu masuk. Saat pertama kali ke air terjun ini jalanannya
masih murni tanah dan batuan kerikil, Desember 2017 aku datang lagi tapi
jalanan menuju air terjun diperbaiki dan juga lebih bagus dan layak.
Selama perjalanan ke air terjun banyak batu besar yang
berada di pinggir jalan, batu besar itu juga bagus untuk spot foto. Ada juga
jembatan kecil yang berbelok itu juga bagus untuk mengambil gambar.Tempat wisata air terjun putuk truno ini juga termasuk masih
baru dibandingkan air terjun diatasnya, namun benar nyatanya air terjun ini
begitu indah dan cantik. Banyak tempat duduk dari batu dan kayu di sepanjang
jalan menuju air terjun.
Air terjun putuk truno airnya bersih dan segar, banyak
wisatawan yang berkunjung untuk menikmati paronama alam, berswa foto, mandi di
air terjun. Sesampai di air terjun di pagi hari masih terlihat indahnya
pelangi, hampir setiap hari sekitar pukul 7 s/d 8 pagi pelangi itu masih terlihat
jelas.
Air terjun Putuk Truno adalah salah satu kaki gunung Arjuno –
Welirang. Jadi di kawasan sekitar banyak juga air terjun yang lain.
Legenda / Sejarah Air Terjun Putuk Truno
| Air Terjun Putuk Truno - www.tulisandeka.tk |
Kisah air terjun ini
dilatar-belakangi oleh hubungan seorang lelaki dan perempuan yang bernama Joko
Taruno dan Sri Gading lestari. Joko Taruno hanyalah orang biasa, sedangkan Sri
Gading Lestari merupakan puteri dari Raden Arya Wiraraja, Adipati Madura.
Hubungan Sri Gading Lestari dengan Joko Taruno tidak mendapat persetujuan
dari sang ayah lantaran status Joko Taruno yang hanya orang biasa, bukan dari
keturunan raja maupun ratu. Namun, cinta Joko Taruno terhadap kekasihnya cukup
dalam, sehingga ia tetap bertekat untuk menjadikannya istri dan tidak
mempedulikan apapun yang terjadi.
Raden Arya Wiraraja sadar akan
kebulatan tekat Joko Taruno. Sehingga ia menyembunyikan puteri nya di sebuah
tempat yang bernama Coban Baung (Di kawasan Purwodadi, Pasuruan). Tak cukup
sampai disitu, Raden Arya juga memagari puteri nya dengan kekuatan gaib, dengan
tujuan agar tidak dapat di temukan oleh Joko Taruno.
Dengan keyakinan cinta yang
dimilikinya, akhirnya Joko Taruno memutuskan untuk bertapa memohon batuan
kepada Sang Penguasa Jagad. Ditengah tengah proses bertapa, tubuhnya tiba tiba
berubah menjadi seekor ular.
Singkat cerita, Doa Joko Taruna pun
dikabulkan. Benteng gaib yang memagari Sri Gading Lestari pun terbuka. Tanpa
sepengetahuan sang ayah, Sri Gading Lestari melarikan diri untuk bertemu dengan
pujaan hati nya, Joko Taruno. Keduanya bertemu di sebuah air terjun, dan air
terjun itulah yang kini dikenal dengan nama Air Terjun Putuk Truno atau Air
Terjun Keabadian. Putuk, dalam bahasa Indonesia berarti Ular, dan Truno berasal
dari Nama Taruno. Kisah inilah yang melatar-belakangi asal usul nama air terjun
tersebut. Sumber : Tabloid Wisata
Tarif Air Terjun Putuk Truno
Tiket Masuk : Rp. 10.000,-
Parkir sepeda motor : Rp. 2000,-
Parkir Mobil : Rp. 5000,-
NB:
Hati-hati pungli saat memakirkan motor, saran saya Helm bisa digantungkan di
jok motor, karena tukang parkir langsung minta helm untuk dititipkan yang tiap
helmnya terkena tarif Rp. 5000,-.
#OneDayOnePost #ODOPBatch5
#Dekabaguschandra #MotivatorTraveler


0 komentar:
Posting Komentar